Followers

Saturday, December 3, 2011

.: Pertambahan di Angka :.

di tarikh ini 3.12
tahun yang membezakan kami
tapi

tempat bersemayam asyiknya kami sama.
tempat beradu lenanya kami sama
dan tarikh keramat ini
memberikan aku dan dia akan nikmat dan palsunya dunia

*Terima Kasih ya Allah *

untuk disisinya. pengharapan aku.

moga dia akan terus tabah dan tenang menghadapi pertambahan usianya
moga dia akan terus kuat dan gigih mencari apa yang dia inginkan
moga dia akan terus bahagia dan damai menempuhi hari-harinya.

Allah selamatkan kamu kakak ku.

di satu sisi lain..

pengharapan untuk hari aku ini.

moga bondaku terus bahagia dan tenang dalam menempuhi hari-harinya
moga bondaku terus sihat-sihat dan tersenyum meladeni usia tuanya
moga ayahandaku terus bahagia dan tenang dalam menempuhi hari-harinya
moga ayahandaku terus sihat-sihat dan tersenyum meladeni usia tuanya
moga kesekalian kakak-kakak dan saudara-saudaraku hidup dalam kebahagiaan yang Dia redhai.

dan untuk diri aku, empunya cerita.

cukuplah diberikan aku kekuatan untuk aku terus mencari titik putih.
titik putih untuk bermula sesuatu yang lebih baik dan sempurna.

dan di satu kondisi lain di dalam hati.
moga Tuhan hadirkan dia,
dia tidak harus sempurna mana, tapi cukup untuk melengkapi.
tak apalah, aku tahu Tuhan telah adakan jalan cerita untuk aku.



pen off~


















mode : ^___^ sangat berterima kasih kepada kalian yang ucapkan kata indah selamat itu. aku hargai, baik di phone mahupun mesej fb. dan buat kalian yang bertanya kenapa aku hidekan wall aku. aku tak ada jawapan. tapi aku tetap tahu, kalian pasti ingat dan aku berterima kasih. Maaf sangat yang tak terhingga, bukan aku menolak atau tidak menghargai acara yang mahu kalian lakukan. Tapi untuk hari cerita aku ini, aku punya cara sendiri. biarlah permulaan hari cerita aku ini aku mulakan antara aku dan DIA. sebab esok masih ada dan kita masih boleh bersama. jujur aku kata, aku terlalu hargai perancangan kalian. aku tunggu esok hari, biar matahari menemani kita.

Thursday, December 1, 2011

.: Perawannya aku sekali lagi :.

Bila datang angin kelabu
Aku tak pernah lagi peduli si warna-warna
yang sedaya memberi aku rasa untuk segaris senyuman

Bila datang angin kelabu
Aku tak pernah lagi hirau sang corak-corak
yang berkeras memberi aku rasa untuk segaris senyuman

Mata aku tidak lagi meliar menembusi sang cakrawala
Mata aku tidak lagi melompat menembusi sang pawana
Mata aku akan jadi kaku
Melotot pada satu ozon yang lurus tanpa belok
Telinga akan jadi budek menepis setiap prosa yang cuba mengetok tingkap gegendang

Tangan aku letak di dada menghentak halus
Biar ia memujuk debaknya rasa
Agar jangan berdenyut
berhentilah hiba wahai si qalbi
Tangan aku letak di dada menghentak lembut
Biar ia membelai debaknya rasa
Agar jangan berdetak
berhentilah duka wahai si qalbi.





pen off--





p/s : kadang kita bisa saja menambah energi pada taulan yang sedang dilanda duka, tapi bila tiba masa yang empunya cerita bergelora, langkah terus terhenti... kadang si qalbi mendesak, memaksa si penjaga menyerah, berkongsi tampuk jagaan pada tangan2 kasar.. mungkin penjagaannya lebih rapi. tapi si qalbi lupa, lemahnya si qalbi yang buat si penjaga berhati-hati. si qalbi lupa, si penjaga takut runtuhnya qalbi untuk kesekian kali.

orang mungkin saja bisa mendengar, tapi dengarnya hanya bersama angin. makanya itu tidak perlu.